Hal tersebut dikarenakan Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie sedang berada di luar negeri.
"Semoga pekan ini. Pak Jusuf Kalla inginnya Kamis. Tapi Pak Ical enggak bisa karena ada urusan. Semoga Jumat atau Sabtu," ujar Yorrys si Kantor DPP, Jakarta, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, ia mengatakan pembahasan lebih lanjut akan dapat lebih mudah dilakukan, bahkan kedua kepengurusan dapat bekerja lebih efektif apabila kesepakatan islah terbuka tersebut telah ditandatangani secara formal.
Dalam rapat pleno yang digelar oleh kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol saat ini, lanjut Yorrys, akan dipilih orang-orang yang akan ?menjadi penghubung dengan kepengurusan Golkar hasil Munas Bali.
Hal serupa diutarakan oleh Sekretaris Jenderal Golkar hasil Munas Ancol Zainudin Amali. "Nanti salah satunya kami bicarakan di rapat pleno, menentukan tiga orang yang jadi tim teknis penjajakan kesepakatan," ujar Amali.
Sebelumnya Jusuf Kalla membuat kesepakatan agar kedua kubu mementingkan kepentingan Golkar di atas kepentingan kelompok. Ini penting agar Golkar bisa menjadi peserta Pilkada serentak.
Kedua, JK mengusulkan adanya Tim Penjaringan. Tim ini yang akan mencari calon-calon kepala daerah yang akan diusung Golkar di masing-masing kabupaten/kota dan provinsi di mana pilkada serentak digelar.
Tawaran yang ketiga adalah, calon-calon yang telah diseleksi oleh Tim Penjaringan, harus memiliki kriteria-kriteria yang disepakat oleh kedua kubu. Keempat adalah dukungan kepada calon kepala daerah kepada KPU ditandatangi oleh pengurus Golkar yang disahkan oleh SK Menkumham. (pit)