“Tidak ada itu islah terbatas, keliru, yang ada adalah kesepakatan terbatas untuk pemilihan kepala daerah,” kata politikus Golkar kubu Agung, Melchias Markus Mekeng kepada CNN Indonesia, Rabu (27/5).
Ketua DPP Golkar yang ikut pertemuan dengan Jusuf Kalla terkait perundingan keikutsertaan dalam pilkada itu mengungkapkan bahwa dalam kontrak perjanjian tertulis mengenai kesepakatan terbatas untuk pilkada serentak 2015. “Jadi bukan islah terbatas,” ucap Melchias dengan tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, dia meneruskan, tidak ada masalah jika tidak ada kesepakatan terbatas yang dibuat oleh dua kepengurusan Golkar untuk menghadapi pilkada. “Yang menginginkan untuk membuat kesepakatan terbatas itu kan kubunya Ical. Selama ini mereka yang mengajak-ngajak pihak kami karena khawatir tak bisa ikut pilkada,” tutur Melchias.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Bali, Idrus Marham, menyatakan keinginannya agar kesepakatan islah terbatas bersama dengan kepengurusan Golkar hasil Munas Jakarta dapat dilakukan secara komprehensif. (Baca: Golkar Ical Ingin Kesepakatan Islah Menyeluruh)
Dua kepengurusan Golkar saat ini kembali melakukan upaya islah demi keikutsertaan para kader dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada Desember 2015. Jalur islah terbatas itu difasilitasi oleh mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden. (obs)