"Sejumlah BUMN yang sedang kita dalami ikut dalam upaya mendukung. Cetak sawah itu kan butuh anggaran," kata Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Ade Deriyan kepada CNN Indonesia, Minggu (31/5).
Namun, dia mengaku belum mengetahui gambaran persis mengenai proyek ini. Karena itu, dia masih mengumpulkan keterangan direktur-direktur BUMN yang pada saat itu ikut berpartisipasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau demikian, dia memastikan proyek ini digagas oleh Kementerian BUMN. Saat tindak korupsi diduga terjadi, pada 2012 hingga 2014, Menteri BUMN dijabat oleh Dahlan Iskan. Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso sudah menyatakan akan memanggil Dahlan terkait kasus ini.
Berdasarkan informasi, proyek cetak sawah tersebut diselenggarakan beberapa BUMN seperti BNI, Askes, Pertamina, Pelindo, Hutama Karya, BRI, dan PGN. Nilai proyek pun diperkirakan mencapai Rp317 miliar.
Sejumlah BUMN tersebut menyerahkan pengerjaan cetak sawah itu kepada PT Sang Hyang Seri. Namun, PT Sang Hyang Seri menyerahkan kembali proyek itu ke PT Hutama Karya, PT Indra Karya, PT Brantas Abipraya, PT Yodya Karya. (hel)