Menurut Saefullah, dukungan secara verbal dan melalui surat kepada PRJ 2015 di Senayan sudah diberikan pihak pemerintah melalui Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu juga mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebenarnya telah mengetahui dukungan yang diberikan Pemprov DKI terhadap adanya PRJ 2015 di Senayan sejak beberapa hari lalu. (Baca juga: Jawab Teguran Ahok, Djarot Klaim Tak Beri Izin PRJ 2015)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, diketahui Ahok menegur Djarot karena ia menduga rekannya tersebut telah mengeluarkan izin penyelenggaraan PRJ 2015 di Parkir Timur Senayan tanpa berkoordinasi dengannya.
Menurut Ahok, Djarot sebagai Wakil Gubernur sebenarnya tidak memiliki hak untuk mengeluarkan izin apapun dengan memakai nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apalagi, mantan Wali Kota Blitar itu dikatakan Ahok tidak menjadi Wakil Gubernur berdasarkan sistem pasangan dalam Pilkada lalu.
"Wakil Gubernur ini bukan pasangan loh untuk kasus Pak Djarot. Saya yang melantik. Jadi, Wakil Gubernur kasus DKI sekarang lewat undang-undang, Perppu. Dia itu tidak beda dengan deputi sebetulnya," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta. (Baca juga: Teguran Ahok Soal PRJ buat Djarot Dinilai Merendahkan)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa dirinya tidak pernah memberi izin terhadap penyelenggaraan Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 di kawasan Parkir Timur Senayan, yang berlangsung sejak Sabtu pekan lalu hingga Jumat mendatang.
Menurut Djarot, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya memberikan dukungan penuh terhadap adanya PRJ 2015 di Senayan pada tahun ini. Penyelenggaraan PRJ 2015 di Senayan pun dikatakan Djarot tidak memerlukan izin karena acaranya berasal dari usulan masyarakat, serta tidak ada biaya bagi para pengunjung yang datang ke sana.
Mantan Wali Kota Blitar itu juga mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seharusnya telah mengetahui adanya PRJ 2015 di Senayan sejak usul penyelenggaraan acara tersebut diterima oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Jelas (Ahok mengetahui penyelenggaraan PRJ Senayan 2015) karena tembusannya pasti ke Pak Gubernur, dan itu menggunakan lahan Sekretariat Negara. Senayan itu wilayah Sekretariat Negara, mungkin dia sewa di Setneg. Makanya, kami memberikan dukungan penuh, bukan memberi izin," kata Djarot (hel)