Bunga kamboja memang tak sekadar bunga kuburan. Bunga yang melambangkan kehidupan baru, awal baru, dedikasi, dan pengabdian itu dipilih PDIP sebagai simbol politik untuk membangun peradaban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Desain itu disampaikan dan dikonsultasikan kepada Ibu Ketua Umum. Dalam perspektif kebudayaan, Bu Mega memiliki rasa khusus sehingga dilakukan revisi desain beberapa kali," ujar Hasto.
Selain Puan dan Prananda, beberapa kader lain pun dimintai masukan terkait desain kantor tersebut. “Gedung ini karya bersama tapi aspek struktural dan arsiteknya mengacu pada spirit partai," kata Hasto.
Selain berkontribusi dalam desain gedung, Prananda juga merancang dedikasi Bung Karno menjadi lagu berjudul ‘Dedication of Life.’ “Itu merupakan sentuhan Mas Prananda dalam peresmian kantor ini,” ujar Hasto.
Dedication of Life itu juga tercantum pada prasasti di depan gedung yang ditandatangani Megawati. "Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, nyalakan terus semangat perjuangan untuk membela ideologi Pancasila 1 Juni 1945. ‘Dedication of life' kita merupakan api nan tak kunjung padam, pantang surut, pantang menyerah, maju terus untuk kejayaan Indonesia raya tercinta," ujar Megawati mengutip tulisan pada prasasti tersebut.
Mulai 17 Juni, seluruh kegiatan operasional PDIP akan dipusatkan di gedung yang telah direnovasi dengan biaya Rp 42,6 miliar tersebut. Sementara kantor lama Dewan Pimpinan Pusat PDIP di Lenteng Agung akan dipakai untuk pusat pelatihan kader serta organisasi sayap partai.
Gedung di Diponegoro ini sesungguhnya bukan kantor lama PDIP, melainkan markas lama partai itu yang tak lagi digunakan sejak meletus Peristiwa 27 Juli 1996 atau Sabtu Kelabu. Ketika itu Kantor PDIP itu diserbu dan direbut massa pendukung Ketua Umum PDI versi Kongres Medan Soerjadi yang dibantu oleh aparat polisi dan TNI. (agk)