"Kriteria sudah ada, sudah lengkap," ujar Nurdin saat dihubungi, Rabu (3/6).
Lebih lanjut, ia mengatakan, kriteria tersebut telah ditetapkan sejak Februari silam pada saat sudah dibentuknya penunjuk pelaksana (juklak) Pilkada. Selain itu, ia pun mengatakan bahwa pihaknya juga telah memiliki mekanisme untuk menghadapi Pilkada yang akan secara serentak dilaksanakan di 269 daerah pada 9 Desember mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Nurdin mengungkapkan adanya rencana pertemuan malam ini diantara enam aggota tim penjaringan, yakni MS Hidayat, Theo L Sambuaga, Azis Syamsudin, Syarif Tjitjip, Setya Novanto dan dirinya, yang baru saja dibentuk dalam rapat konsolidasi nasional kemarin (2/6).
"Internal kami, nanti malam di rumah MS. Hidayat," tuturnya.
Pembentukan Tim Penjaringan ini adalah salah satu poin dalam islah antara kubu Ical dengan Agung Laksono. Tim ini nanti akan diisi oleh enam orang dari masing-masing kubu.
Tugas mereka adalah menentukan kriteria calon kepala daerah yang diusung Golkar serta menentukan juga siapa-siapa calon kepala daerah yang akan maju dalam pilkada di masing-masing daerah.
Islah sementara Golkar untuk Pilkada Serentak dinilai banyak pengamat akan jadi pedang kepala dua. Jika mereka berhasil mendapatkan hasil positif dalam pilkada, maka kemungkinan islah permanen akan terbuka. (Baca juga: Hasil Islah Khusus Golkar Terancam Gagal)
Namun jika hasil pilkada jelek, jalan islah permanen akan makin berat. Bahkan tidak mungkin akan pecah selamanya dengan membentuk partai baru.
BACA FOKUS: Pilkada Damaikan Konflik Beringin? (hel)