"Kalau Pak Jusuf Kalla saja sudah pernah mengatakan itu, mestinya Presiden Jokowi satu atap. Dwi tunggal. Reshuffle bukan hal yang aneh," ujar Soetrisno usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (4/6). (Baca Juga: Luhut Sebut Reshuffle Layak Dilakukan di Kuartal Kedua)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Soetrisno mengungkapkan, PAN bisa saja berubah menjadi partai pendukung pemerintah ke depannya. "Kalau berubah ya bisa saja, enggak apa-apa. Tetapi kami harus dukung pemerintah selama lima tahun ini dan harus sukses," ujar dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon juga mengatakan adanya komunikasi formal antara pimpinan DPR bersama Presiden Joko Widodo terkait kinerja para menteri di Kabinet Kerja. Ia mengatakan komunikasi tersebut dilakukan karena DPR selaku mitra kerja pemerintah menginginkan para menteri dapat bekerja dengan baik di bidangnya. (Lihat Juga: Perombakan Kabinet Masuk Pembicaraan Formal Jokowi-DPR)
"Ada beberapa kali (komunikasi). Kami sampaikan dalam beberapa kasus. Nanti kami follow up lebih lanjut," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/6).
Dalam pembicaraan formal tersebut, katanya, yang sempat menjadi bahasan salah satunya adalah kementerian yang berkaitan dengan hukum. Fadli mengatakan bidang hukum menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Jokowi. (Baca Juga: Menteri Gobel Diminta Perbanyak Interaksi dengan Publik)
Selain hukum, kementerian yang menangani bidang perekonomian juga menjadi perhatian pemerintah. "Ekonomi bukan hanya lambat, kalau tidak hati-hati bisa menuju kehancuran," ujarnya. (utd)