Kepala Unit Kriminal Khusus Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Samian mengatakan, hologram pada buku nikah asli lebih tajam. "Pada buku nikah palsu hologramnya tidak sebagus yang asli," kata Samian kepada CNN Indonesia, Jumat (5/6).
Karena adanya hologram ini, masyarakat awam mungkin saja tidak bisa membedakan antara buku nikah yang asli dengan yang palsu.
Lihat juga:Sulit Dipalsukan, Buku Nikah Punya Lima Ciri |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, penulisan yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Baik buku dan isi yang ditulis di dalamnya itu palsu," ujar Samian.
Kerena itu untuk memastikan bahwa adanya pemalsuan buku nikah, polisi masih menunggu konfirmasi dari Peruri dan Kementerian Agama.
Polres Jakarta Timur saat ini menahan tiga orang tersangka terkait sindikat pemalsu buku nikah. Ketiganya adalah N, M dan G. Satu orang tersangka yakni R masih diburu polisi. R diduga adalah pemasok buku nikah palsu tersebut.
Buku nikah yang dipasarkan para tersangka ini dijual dengan harga Rp 200 ribu per buku. Sementara untuk akta cerai dan salinan putusan cerai dijual Rp 300 ribu.
Petugas menurut Samian masih terus mengembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan bakal ada tambahan tersangka dalam kasus ini selain tiga orang yang ditahan dan satu orang yang diburu petugas. (sur)