"Penanggung jawabnya Kementerian BUMN. Kita tinggal lihat bagaimana nanti," kata anggota BPK Achsanul Qosasi kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso juga menyebut penyidik belum menemukan indikasi keterlibatan Dahlan dalam kasus dugaan korupsi cetak sawah. Ia menyatakan penyidik tak boleh ceroboh dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Polri memilih bersikap ekstra hati-hati dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Dugaan korupsi cetak sawah diduga melibatkan beberapa BUMN seperti BNI, Askes, Pertamina, Pelindo, Hutama Karya, BRI, dan PGN dengan nilai proyek diperkirakan mencapai Rp317 miliar.
Modus dugaan korupsi adalah dengan merealisasikan pencetakan sawah dalam proyek yang ternyata lebih sedikit dari yang seharusnya. Achsanul menyebut Kementerian BUMN sebagai inisiator proyek ini tidak merencanakan pelaksanaan dengan baik dan cenderung asal-asalan. (Baca juga: BPK Tuding Proyek Cetak Sawah BUMN Berantakan)
Sejumlah BUMN tersebut menyerahkan pengerjaan cetak sawah itu kepada PT Sang Hyang Seri. Namun PT Sang Hyang Seri malah menyerahkan kembali proyek itu ke PT Hutama Karya, PT Indra Karya, PT Brantas Abipraya dan PT Yodya Karya.
Baca juga:
Barcelona Juara Liga Champions 2014/2015
Treble Bersejarah untuk Barcelona
Mantan Ronaldo di Pusaran Wanita Cantik Sepp Blatter (meg)