"Jusuf Kalla (JK) punya prestasi gemilang dalam hal islah, misalnya islah untuk konflik Aceh, Poso, serta Golkar. Namun, ia gagal melakukan islah untuk PSSI. Berarti ada yang salah. Karenanya, saya pikir hanya Jokowi yang mampu selesaikan masalah ini," kata Ridwan saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6).
Jokowi diminta mulai merencanakan proses pendamaian antara PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ridwan menilai hal itu sangat diperlukan mengingat Ketua Umum PSSI La Nyalla dan Menpora Imam Nahrawi belum pernah bertatap muka untuk membahas masalah ini. (Baca juga: Sekjen PSSI: FIFA Ingin Temui Presiden Jokowi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengatakan DPR mungkin saja menggunakan hak interpelasi bila masalah ini masih berlarut-larut. "Kami mau awasi pemerintah, apakah mereka sudah benar menjalankan tugas atau tidak. Namun keputusan untuk menggunakan hak interpelasi tersebut masih menunggu pertemuan dengan Kemenpora," katanya. (Baca juga PSSI: Kalau Kami Korupsi Seperti FIFA, Tangkap!)
"Biasa, dalam satu daerah ada persaingan antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Selain itu, juga ada persaingan dalam hal memberikan dukungan politik dalam Pilkada. Misalnya, waktu itu La Nyalla dukung Soekarwo, sementara Nahrawi dukung Khofifah saat memperebutkan posisi gubernur Jawa Timur," katanya menjelaskan. (Baca juga: LSM Beberkan Contoh Penyimpangan Anggaran PSSI) (sip)