"Ujian online sedang kami siapkan. Insya Allah tahun depan, 2016, sudah mulai," kata Ketua Umum Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negerti (SMBPTN) Rochmat Wahab di Jakarta, Minggu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti dilihat kesiapannya (universitas). Infrastruktur juga dilihat. Siapa yang punya infrastuktur cukup dan punya software akan dipertimbangkan (menggelar ujian masuk online)," kata Rochmat.
Rochmat menilai ujian online lebih efisien dan efektif karena bisa dikendalikan dengan mudah. Para peserta pun nantinya bisa melakukan tes berkali-kali jika masih belum berhasil.
"Kalau sudah bisa (online), anak-anak peserta SMBPTN bisa tes berkali-kali. Tidak usah ramai-ramai seperti sekarang ini, melelahkan," kata Rektor Universitas Yogyakarta itu.
Dengan sistem online, materi yang diujikan bisa berbeda-beda. "Materinya berbeda, tidak akan keluar yang sama. Tapi kami belum tahu formatnya akan seperti apa," ujar Rochmat.
Untuk tahun ini, ujian SMBPTN masih dilakukan seperti biasa. Ujian dibagi menjadi dua tahap. Ujian tulis berlangsung pada 9, sedangkan untuk ujian keterampilan berlangsung 10-11 Juni. Hasil tes akan diumumkan sebulan kemudian, 9 Juli. (agk)