Melalui Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Jokowi menjelaskan alasannya menunjuk Gatot sebagai calon Panglima TNI. Ada tiga faktor yang mendasari penunjukan Gatot, yakni aspek strategis, taktis, dan pemikiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka penunjukan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI dipandang dapat menciptakan kesinambungan antara gagasan dan pelaksanaannya. Oleh sebab gagasan pembentukan komando pertahanan berasal dari AD, dan pelaksanaannya juga akan dipimpin oleh Gatot yang berasal dari KSAD.
“Oleh karena itu kedekatan pemikiran tersebut akan membangun sinergisitas yang makin baik dan kompak dalam mendukung pemerintahan Presiden Jokowi mewujudkan program pembangunan Nawacitanya,” ujar Tjahjo.
Penunjukan Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden. Selanjutnya apabila DPR menyetujui penunjukan Jenderal Gatot sebagai Panglima TNI, maka untuk dua kali berturut-turut jabatan tersebut akan dipegang oleh Angkatan Darat, sebab Moeldoko pun berasal dari AD. (Baca Aktivitas Moeldoko Usai Pensiun: Bisnis, Bisnis, Bisnis)
Dengan masuknya nama calon Panglima TNI ke DPR maka, menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, uji kelayakan dan kepatutan terhadap Gatot kemungkinan akan digelar pekan ini.
Baca juga: Komersialisasi Halim Perdanakusuma Ganggu TNI AU (agk)