"Secara politik, saya lihat Pak Jokowi sangat hormati siapapun yang menyukseskan beliau," ujar Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6). Menurutnya, tak bisa dipungkiri bahwa PKPI yang dipimpin Sutiyoso adalah salah satu pengusung Jokowi yang belum mendapatkan jabatan apapun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia berkualitas," kata Ruhut. (Baca juga: Jokowi Tunjuk Bang Yos Jadi Bos Intelijen)
Sedikit berbeda dengan pendapat Ruhut, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar menuding pemilihan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai politik balas budi.
"Sutiyoso sudah tidak layak. Bagaimana kapasitas intelijen dia? Kita banyak kasus persoalan dengan BIN seperti kasus pembunuhan Munir (aktivis HAM) dan kasus pelanggaran HAM lain masa lalu," kata Haris. (Baca juga: Harta Calon Panglima TNI Capai Rp 7 Miliar)
Sutiyoso ditunjuk Presiden sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menggantikan Marciano Norman.
Pencalonan Sutiyoso ini pun rencananya akan segera diproses di DPR, dan direncanakan untuk dibawa ke dalam rapat paripurna pekan depan.
Sebelumnya, Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengatakan Dalam catatan Presiden, pengalaman Sutiyoso di ketentaraan, intelijen dan sipil akan sangat membantu penugasan barunya sebagai Kepala BIN, terutama dalam deteksi dini adanya ancaman terhadap stabilitas keamanan. (sur)