Kepala Humas Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto menyebut polisi menduga pelaku Angeline mengarah pada pihak keluarga. “Ibu angkat korban Margriet, anaknya, satpam yang ada di rumah situ, dua pembantu, dan dua orang yang kos di rumah itu kami periksa,” kata Hery kepada CNN Indonesia, Rabu (10/6).
Menurut Hery, dugaan pelaku pembunuhan keji pada bocah yang tak berdosa itu tak jauh dari orang-orang dekat Angeline. “Semua orang yang ada di rumah korban kami periksa. Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan di Mapolresta Denpasar,” tutur Hery.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hilangnya Angeline sejak sekitar sebulan lalu terungkap hari ini. Bocah malang yang selama ini diduga hilang diculik itu ditemukan dalam keadaaan sudah tak bernyawa. Tragisnya lagi, jasad Angeline ditemukan dalam keadaan sudah dikubur di halaman rumahnya.
Polisi menemukan Angeline setelah mendapat laporan dari masyarakat dan juga kalangan media yang mencurigai keluarga angkat Angeline. Polisi kemudian melakukan penelusuran kembali di rumah yang berlokasi di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Sanur, Denpasar, itu.
Ketika itulah aparat Kepolisian mencurigai adanya bau yang tidak enak yang berasal dari pekarangan rumah korban. Setelah diteliti asal bau berasal dari gundukan tanah yang tidak beraturan. Di atas gundukan tanah itu ada sampahnya dan setelah polisi gali ternyata ada mayat Angeline yang terbungkus bed cover putih. (Baca: Misteri Jasad Angeline dan Boneka yang Jadi Saksi Bisu) (obs)