"Saya sudah mengirimkan dokter dan penasihat hukum untuk membantu dan mendampingi Ibu Hamidah dalam proses autopsi dan pengurusan jenazah," ujar Yuddy melalui keterangan tertulis, Kamis (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hilangnya Angeline ini banyak menarik perhatian publik. Menteri Yuddy bersama dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise datang ke rumah Angeline yang terletak di Jalan Sedap Malam No. 26, Sanur, Denpasar, Bali pada Jumat (5/6) lalu. Namun mereka gagal masuk ke dalam rumah karena penolakan dari keluarga angkat Angeline.
Saat itu, aparat Kepolisian mencurigai adanya bau yang tidak sedap di pekarangan rumah korban. Setelah diteliti bau berasal dari gundukan tanah yang tidak beraturan. Ternyata, setelah digali, ada mayat Angeline bersama bonekanya yang terbungkus bed cover putih.
Sebelum ditemukan meninggal, Angeline telah menghilang selama kurang lebih 23 hari. Angeline merupakan anak ketiga dari ibu tirinya, Megriet Megawe. Angeline pertama kali dinyatakan hilang pada 16 Mei silam. Safe Childhood Foundation pun turut membantu pencarian Angeline, termasuk dengan menyebarkan 2.500 pamflet di sekitar Bali. (Baca: Ironi Angeline: Dikubur di Rumah, Dicari Sampai Luar Negeri)
Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan tanda kekerasan di tubuh Angeline, salah satunya adalah kekerasan seksual. Agus pun telah mengaku, dirinya pernah memperkosa Angeline. Saat ini, Kepolisian masih terus menyelidiki kasus pembunuhan Angeline dan membidik tersangka lainnya. (obs)