Arist saat ini, Kamis (11/6) sedang dalam perjalanan menuju Denpasar untuk memantau langsung kasus Angeline –yang semula merupakan perkara anak hilang namun berujung menjadi kasus pembunuhan. (Baca: Hilangnya Angeline Terkuak, Ditemukan Sudah Terkubur)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menyambangi rumah Angeline itu, kata Arist, dia sudah merasa janggal dengan sikap tertutup keluarga. “Dugaan awal saya memang ada persekongkolan jahat. Oleh sebab itu saya langsung menghubungi Polda Bali untuk melokalisasi dugaan lokasi kejahatan atau lokus,” ujarnya.
“Saya yakin dia ada di dalam rumah. Saya minta tolong polisi, sisir tempat kejadian perkara. Setiap jengkal dan semua ruangan di rumah Angeline tidak boleh sampai tak disisir,” ujar Siti dengan keras kepala kepada polisi.
Dorongan para aktivis perlindungan anak ini berbuah hasil –meski tragis. Angeline ditemukan, namun dalam keadaan terbujur kaku bersama bonekanya. Ia telah kembali ke pelukan Tuhan. (Baca: Misteri Jasad Angeline dan Boneka yang Jadi Saksi Bisu)
Polisi Rabu kemarin (10/6) telah menetapkan satu tersangka, yakni Agus yang merupakan mantan pembantu di rumah keluarga angkat Angeline. Agus bahkan mengaku pernah memperkosa Angeline. Menurut polisi, sanksi paling berat yang dapat ditimpakan padanya ialah hukuman mati.
Baca juga Polri: Ibu Angkat Angeline Bisa Jadi Tersangka (agk)