Ia mengatakan inspeksi merupakan tugas Satpol PP serta satuan lainnya yang memang diberi kewenangan untuk mengawasi apakah Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Nomor 34/SE/2015 tentang Waktu Penyelenggaraan Industri Pariwisata pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1436 Hijriyah/2015M telah dipatuhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila ada tempat hiburan yang melanggar surat tersebut, maka operasionalnya akan kami hentikan sementara. Kalau masih tidak taat, akan kami berikan peringatan dan selanjutnya kami segel," kata Samsul saat ditemui di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Jumat (12/6).
"Mereka sudah sadar bahwa mereka tidak berwenang melakukan inspeksi," katanya.
Samsul mengatakan pada tahun lalu tidak ada tempat usaha pariwisata maupun hiburan yang disegel lantaran melanggar aturan dalam surat edaran yang dikeluarkan dinas pariwisata dan kebudayaan.
"Hanya ada tiga tempat yang mendapatkan peringatan. Setelah diberikan peringatan, yang bersangkutan kembali mematuhi aturan," ujarnya.
Sementara, pada tahun 2013 ada tiga tempat usaha pariwisata dan hiburan yang mendapatkan peringatan dan dua tempat disegel.
Adapun, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Fatah mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polda Metro Jaya, Kesbangpol, dan Intelijen Keamanan (Intelkam) untuk mengawasi tempat hiburan tersebut.
"Berdasarkan rekapitulasi kami per 31 Desember 2014, ada 1.287 tempat usaha pariwisata dan hiburan yang akan kami awasi selama bulan Ramadhan ini. Namun yang akan kami awasi secara lebih ketat ada 476 tempat usaha hiburan," katanya.
Sebanyak 476 tempat usaha hiburan yang mendapatkan pengawasan lebih ketat di antaranya terdiri dari 66 diskotik, 230 griya pijat, delapan klab malam, tujuh tempat pemandian uap, dan 165 tempat pertunjukkan musik langsung.
Adapun, dalam melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat tersebut, Samsul mengatakan akan menurunkan 250 personel setiap malam.
"Personel kami akan bekerja dari malam hingga menjelang sahur," ujarnya. (meg)