Dari yang direncanakan, pemerintah akan menambah jumlah premium sekitar 17,8 persen, avtur berkisar 10 persen dan elpiji mencapai 5 persen dari pasokan normal.
“Kami akan antisipasi penyediaan bahan bakar di seluruh tempat di Indonesia. Karena umumnya mulai dari menjelang puasa hingga sebelum lebaran angka konsumsi BBM naik," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja di kantornya, Jakarta, Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Titik fokus antisipasi untuk arus lebaran kita lihat ada di berbagai tempat. Contoh yang padat Cikampek-Palimanan, karena ada tol. Setelah tol kita juga siapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Jadi jangan sampai saudara-saudara kita yang mudik kehabisan BBM di jalan," katanya.
Di kesempatan berbeda, Pertamina mengaku telah menambah stok BBM nasional guna menyiasati lonjakan konsumsi di momentum puasa hingga lebaran. Diantaranya stok produk premium yang dinaikan dari 17 hari menjadi 19 hari, solar yang biasanya hanya 20 hari menjadi 22 hari, serta stok avtur berkisar 26 hari, dan elpiji mencapai 37 hari.
Sementara untuk produk solar diprediksi malah akan menurun 10,7 persen dari 37.228 kl menjadi 33.250 kl.
"Kalau solar agak turun drastis di lebaran karena industri libur. Walaupun untuk transportasi naik," cetus Wiratmaja. (gen)