"Draft untuk Keputusan Presiden sudah kita kirimkan melalui Setneg. Kami bersama staf Setneg bekerja bersama-sama untuk menyusun rancangan tersebut dan sekarang sudah kami kirim ke sana," ujar Moeldoko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko sedang bersiap menuju masa pensiun. Dia akan berhenti sebagai Panglima TNI pada 1 Agustus. Calon penggantinya ialah KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo. Surat pengajuan Gatot sebagai Panglima TNI sudah dikirimkan Presiden Jokowi ke DPR. Pekan depan, uji kepatutan dan kelayakan terhadap Gatot akan digelar DPR. (Baca juga: Aktivitas Usai Pensiun, Moeldoko: Bisnis, Bisnis, Bisnis)
Moeldoko menjelaskan, dalam organisasi militer, panglima dan wakilnya itu berada dalam satu 'kotak', sehingga jika panglima sedang tidak ada atau berhalangan, maka wakil panglima dapat langsung menggantikannya. (Baca juga: Moeldoko Berharap Jokowi Segera Tunjuk Wakil Panglima TNI)
"Kasum itu hanya mengkoordinasikan asisten, jadi kalau panglima tidak ada, maka Kasum tidak bisa act sebagai panglima. Bedanya itu," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Maret lalu.
Dengan demikian, jika ada wakil panglima, maka jabatan Kasum bisa ditiadakan. "Jadi (garis komandonya) panglima, ke wakil panglima, kemudian langsung ke kepala-kepala staf angkatan," ujar dia.
Sementara itu, lembaga swadaya masyarakat Imparsial khawatir jabatan wakil panglima TNI dapat memicu dualisme kepemimpinan di internal TNI. (hel)