Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Sri Haryati, mengatakan sidak dilakukan untuk menjamin ketahanan pangan warga Jakarta, terutama karena memasuki bulan Ramadan, di mana warga akan berpuasa sebulan penuh.
"Sidak dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan terutama untuk konsumsi dan distribusi produk pangan bagi warga Jakarta," kata Sri. (Lihat Juga: Boraks dan Formalin Ditemukan di Kuliner Sabang, Warga Takut)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sri, pihaknya tidak akan memberikan toleransi jika terdapat bahan pangan yang mengandung formalin. Saat pengujian sementara, ditemukan beberapa bahan pangan mengandung formalin, seperti diantaranya tahu putih, udang dan bakso olahan.
Operasi Pasar
Selain melakukan sidak, Sri menjelaskan pihaknya juga melakukan operasi pasar pada H-4 hingga H-2 Idul Fitri. Untuk lokasi pasar, Sri mengatakan akan berkoordinasi dengan suku dinas DKI Jakarta. (Baca Juga: BPOM: Waspadai Produk Kedaluwarsa dalam Parsel)
"Tempatnya diatur di beberapa wilayah suku dinas, salah satu tempatnya di rumah susun," kata Sri.
Dalam operasi pasar yang akan digelar, Pemprov DKI akan mensubsidi beberapa bahan pangan. Sri menjelaskan subsidi itu dilakukan agar harga pangan daging ayam dan sapi tidak melonjak tinggi saat Ramadan. Selain itu, untuk menjaga agar stok pangan selama Ramadan tetap terpenuhi.
"Misalnya, harga daging sapi menjadi Rp 50 ribu per kilo dan daging ayam menjadi Rp 25 ribu dari harga asli Rp 40 ribu," kata Sri. (utd)