Mantan Wali Kota Blitar itu mengatakan bahwa pembangunan rumah susun sederhana sewa yang banyak menjadi prioritas pertama pembangunan di Jakarta hingga beberapa tahun ke depan. Rusunawa akan dibangun untuk mengatasi masalah banyaknya warga ibu kota yang hidup di rumah-rumah tidak layak di bantaran kali, rel kereta api, maupun tempat-tempat lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prioritas pembangunan ketiga adalah penambahan ruang terbuka di kawasan ibu kota. Pembangunan dan perbaikan beberapa taman dilakukan untuk mengatasi buruknya kualitas udara di Jakarta akibat tingkat polusi yang tinggi. (Lihat Juga: Wagub Jakarta Minta Polisi Usut Sindikat Penyalur Gelandangan)
Pada 2015 ini, tercatat sudah ada empat rusunawa yang diresmikan oleh Ahok. Keempat rusunawa tersebut berada di kawasan Tambora, Pulo Gebang, Jatinegara Kaum, dan Cipinang Besar Selatan. Pemprov DKI Jakarta masih menargetkan pembangunan 50ribu unit rusunawa lain disisa tahun ini.
Untuk pembangunan MRT, diketahui pengerjaan jalur koridor I yang menghubungkan kawasan Lebak Bulus hingga Bundaran HI masih berlangsung sampai Juni ini. "Untuk depo (MRT) yang di Lebak Bulus sedang dalam proses pelelangan untuk menjual barang-barang. Itu (proses lelang) akan segera selesai," kata Djarot. (Lihat Juga: Pemprov DKI Siap Gelar Operasi Pengemis)
Dalam hal pengadaan ruang terbuka hijau, terhitung sudah ada lima Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang diresmikan oleh Ahok sejak awal tahun ini. Rencananya, penambahan 50 RPTRA juga akan dilakukan sampai akhir tahun tiba nanti. (sip)