"Anggota BIN itu gabungan, ada sipil, polisi, ada juga militer. Komposisinya 80 persen sipil, 20 persen TNI dan Polri," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meniti karier di Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat, Erfi pernah menjadi Pangdam XVII/Cendrawasih yang bermarkas di Papua. Agustus tahun lalu, Erfi dialihstatuskan menjadi petinggi BIN.
Hendropriyono, memimpin BIN tahun 2001 hingga 2004, merupakan jenderal bintang empat yang pernah memimpin Kodam Jaya dan Kodiklat TNI AD. Tatkala Presiden Megawati Soekarnoputri menunjuknya menjadi orang nomor satu di BIN, ia sudah berstatus purnawirawan.
Penerus Hendropriyono, Syamsir Siregar, merupakan mantan orang nomor satu di Badan Intelijen ABRI. Ia pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal sebelum diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kepala BIN.
Terakhir, sebelum Marciano, kepala BIN dijabat mantan Kepala Polri Jenderal Sutanto. Satu tahun setelah pensiun dari kepolisian, Sutanto dijadikan SBY sebagai pemimpin lembaga telik sandi.
Sosok yang benar-benar sipil dalam kurun sepuluh tahun terakhir adalah As'ad Ali. Sejak awal, As'ad tercatat membangun karier intelijennya sebagai anggota organik BIN. Ia kini merupakan wakil ketua Pengurus Besar Nadlathul Ulama. (rdk)