Menurut Heru, rendahnya penyerapan anggaran terjadi di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov DKI Jakarta. Berdasarkan catatan Heru, dana dalam APBD 2015 DKI Jakarta baru terpakai 9,98 persen sampai saat ini.
"Dana untuk belanja modal baru terpakai 2,2 persen dari nilai anggaran. Yang jelas sudah memakai dana (APBD) ya diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Kebersihan," ujar Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6). (Baca juga: Pimpin HUT Jakarta, Ahok Tegaskan Pentingnya Rombak Birokrasi)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus bisa (menyerap 70 persen lebih anggaran) karena pegawai sudah ditambah TKD (tunjangan kinerja daerah) dan gaji yang baik. Kita harus kerja keras," kata Heru. (Baca juga: Atasi Macet, Ahok: Penambahan Rasio Jalan Harus Berbasis Rel)
"Padahal pembelian tanah itu tidak ada masalah. Kalau ada masalah, tinggal panggil asisten pembangunan. Makanya, nanti kami banyak staf-kan pegawai yang tidak beres," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6) malam. (Baca juga: Aset Bermasalah Pemprov DKI Mencapai Rp 30 Triliun)
Pada rapat paripurna istimewa memperingati hari ulang tahun ke-488 Kota Jakarta senin lalu, Sebelumnya, Tjahjo telah mengungkapkan rendahnya serapan APBD 2015 DKI Jakarta.
"Memang, permasalahan di Jakarta sangat kompleks. Tenaga di bawah lebih suka misalnya menyewa truk sampah yang seharga Rp400 miliar daripada membeli. Antara merenovasi dengan membangun SD, lebih mahal renovasinya. Itulah yang saya pikir membuat Gubernur hati-hati dalam membelanjakan anggaran," ujar Tjahjo di Gedung DPRD DKI Jakarta.
(hel)