Nilai buruk diberikan karena begitu minimnya anggaran dalam APBD 2015 DKI Jakarta yang telah digunakan sampai Juni tahun ini. Padahal, Menurut anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Sanusi, penggunaan anggaran merupakan kriteria utama untuk menilai baik atau buruknya kinerja pemerintah di tingkat daerah atau pusat.
"Bayangkan saja jika APBD tidak berjalan, tidak ada kontraktor yang bekerja, berapa orang menganggur di situ? Berarti kebutuhan publik terancam, kan," ujar Sanusi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ketua Fraksi NasDem di DPRD DKI Jakarta Bestari Barus, pergantian kepala dinas yang sering dilakukan menunjukkan masih adanya pencarian pola kerja oleh Ahok sampai saat ini.
Pada rapat paripurna istimewa memperingati hari ulang tahun ke-488 Kota Jakarta senin lalu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah mengungkapkan rendahnya serapan APBD 2015 DKI Jakarta. Tercatat hanya ada 10 persen kurang APBD 2015 DKI Jakarta yang baru digunakan sampai bulan ini. (Baca juga: Pimpin HUT Jakarta, Ahok Tegaskan Pentingnya Rombak Birokrasi)
"Memang, permasalahan di Jakarta sangat kompleks. Tenaga di bawah lebih suka misalnya menyewa truk sampah yang seharga Rp400 miliar daripada membeli. Antara merenovasi dengan membangun SD, lebih mahal renovasinya. Itulah yang saya pikir membuat Gubernur hati-hati dalam membelanjakan anggaran," ujar Tjahjo di Gedung DPRD DKI Jakarta. (Baca juga: Ahok Berniat Semprot PKL Liar Monas dengan Air Comberan)
(hel)