Ahok—sapaan Basuki—mempersilakan mereka yang tidak punya ijazah ikut mendaftar sebagai sopir Kopaja yang terintegrasi dengan Transjakarta. Bekas Bupati Belitung Timur itu menganggap latar belakang pendidikan formal tidak begitu penting bagi para calon sopir di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi Presiden saja SMA syaratnya ya kan?" ujar Ahok. (Baca juga: Tiket Berlangganan Cara Baru Ahok Gaet Penumpang Bus Kota)
Selain diberikan sertifikat, seluruh sopir bus kopaja baru juga akan mendapat gaji sebesar dua kali Upah Minimum Provinsi. Jika UMP DKI Jakarta saat ini sebesar Rp 2,7 juta, maka gaji sopir kopaja itu nantinya bisa mencapai Rp 5,4 juta tiap bulannya.
Karena digaji, para sopir kopaja ini tak perlu mengejar setoran sehingga diharapkan akan mengurangi perilaku ugal-ugalan di jalan raya. Kopaja akan dibayar untuk setiap kilometer yang ditempuh bus mereka oleh PT Transjakarta. (Baca juga: Gabung TransJakarta, Kopaja Hilangkan Sistem Setoran)
Integrasi Kopaja dengan TransJakarta pun diketahui akan mulai berjalan pada Agustus mendatang. Diperkirakan akan ada 300 bus Kopaja yang dikendalikan oleh PT TransJakarta untuk mengangkut penumpang di seluruh kawasan di ibu kota dua bulan mendatang. (sur)