"Data tentang kasus pembunuhan Angeline masih lengkap di saya, karena data tersebut selalu saya bawa sejak pemeriksaan awal di Bali dan di Jakarta," ujar Arist di Gedung Komnas PA, Jakarta, Minggu (28/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arist menuturkan bahwa Komnas PA berharap agar Presiden Jokowi memberikan perhatian lebih terhadap Komnas PA seperti memberikan jaminan keamanan terhadap para aktivis dan memberikan fasilitas yang lebih baik, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.
Sedangkan mengenai kerugian, dia mengaku tidak mau mengambil pusing. Yang menjadi masalah penting adalah bagaimana mengembalikan seluruh dokumen berkaitan dengan pelaporan dan hasil penyelidikan Komnas PA selama ini terhadap seluruh kasus permasalahan anak di Indonesia.
Sebelumnya, diketahui pada Sabtu (27/6) malam sekitar pukul 20.30 WIB si jago merah terlihat mengepul dari gedung Komnas Perlindungan Anak. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB setelah 14 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan. Kebakaran itu menghanguskan empat ruangan yakni ruang Sekjen Komnas PA, ruang dokumen, dua ruang pegawai Kementerian Sosial dan ruang dapur pegawai. (meg)