Menurutnya, di Jakarta wilayah padat penduduk memang rawan kebakaran. "Kalau daerah kumuh, pasti marak kebakaran. Karena mereka terdapat kabel-kabel listrik yang tidak sesuai, sehingga jalan masuk pemadam tidak bisa," ujat Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Ahok menolak berkomentar ketika ditanyakan mengenai seputar sabotase yang menyebabkan kebakaran di gedung Komisi Nasional Perlindungan Anak yang baru saja terjadi pada Jumat (25/6) yang lalu. "Tanya polisi deh. Saya tidak tahu itu, tidak tahu sabotase-sabotase," kata Ahok.
"Makanya ke depan, kalau sistem kami semakin beres, kita akan mulai derek orang-orang yang parkir menutupi jalan. Jadi kalau kebakaran, mobil kami bisa masuk. Jakarta itu masalahnya di situ,"pungkas Ahok.
Seperti yang diketahui, pemukiman kumuh dan padat penduduk banyak tersebar di Jakarta. Tak pelak, menurut data statistik dari laman Dinas Penanggulangan dan Penyelamatan Kebakaran Provinsi DKI Jakarta, telah terjadi 515 kejadian kebakaran yang melanda DKI Jakarta hingga tanggal 26 Juni 2015, dengan taksiran kerugian yang mencapai lebih dari Rp 174 miliar. (sip)