Sukur berkata, biaya pilkada serentak tidak lebih murah dibandingkan dengan pilkada-pilkada terdahulu. Ia juga menuturkan, terdapat potensi ketidakstabilan keamanan setelah penghitungan suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berpendapat, jika keributan antara pendukung calon kepala daerah terjadi di 269 daerah yang melangsungkan pilkada, maka negara dapat berada kondisi darurat.
Pada forum yang sama, ia mengatakan efektivitas dan efisiensi yang dikehendaki Undang-Undang Pilkada memang tidak dicapai dalam satu kali pilkada serentak. (Baca juga: Polri Koordinasi Daerah Tingkatkan Dana Pengamanan Pilkada)
Ferry menuturkan, cita-cita yang diamanatkan beleid tersebut baru dapat diraih ketika KPU secara serentak mengadakan pilkada di seluruh provinsi, kabupaten dan kota pada tahun 2027.
"Kalau mau menjawab pertanyaan seputar efisien dan efektif, itu harusnya diukur tahun 2027," ucapnya. Ferry menyebut pilkada serentak gelombang pertama Desember mendatang itu sebagai langkah maju menuju tujuan Undang-undang Pilkada.
Sebagaimana diketahui, sebelum tahun 2027, pilkada serentak akan digelar dalam enam gelombang. Setelah gelombang pertama tahun ini, KPU akan mengadakan pilkada serentak pada tahun 2017, 2018, 2020, 2022 dan tahun 2023. (sur)