Deni, panggilan akrab Ramadani, mengaku sangat terkejut ketika mengetahui kabar jatuhnya pesawat Hercules yang ditumpangi oleh keponakannya. Dia mendapatkan kabar tersebut dari nenek almarhum dan pemberitaan media.
"Jam setengah satu saya dapat kabar dari neneknya Dian, terus saya melihat salah satu stasiun TV, di situ tertulis nama Dian, saya kaget dan nangis saat itu, kemudian sekitar jam 3 sore saya ke Bandara Halim untuk melapor," kata Deni ketika dihubungi CNN Indonesia, Rabu (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Deni mengatakan sosok keponakannya sebagai pendiam dan pemalu tapi ramah dengan orang-orang yang dikenal. Biasanya Dian selalu memberikan kabar kepada Deni jika akan melakukan penerbangan.
Deni mengatakan pertemuan dirinya dengan Dian terakhir terjadi setahun lalu. Saat itu Dian sedang berada di asrama Halim Perdanakusuma. Meskipun jarang bertemu, Deni masih tetap berhubungan dengan Dian melalui sambungan telepon.
Menurut Deni, saat ini jenazah almarhum masih berada di Rumah Sakit Adam Malik Medan. Rencananya, siang ini akan dibawa ke rumah duka yang berada di Palembang, Sumatera Selatan.
Sebelumnya, pesawat nahas tipe C-130 dengan nomor A-1310 tersebut sedang menjalankan misi penerbangan dari Lanud Suwondo menuju Lanud Tanjung Pinang yang kemudian dilanjutkan ke Lanud Ranai, Provinsi Kepulauan Riau. Namun, penerbangan itu tidak sampai tiba di Lanud Tanjung Pinang, pesawat tersebut jatuh dalam perjalanan. (Baca: Sebelum Hercules Jatuh, Kapten Sandy akan Naik Pangkat) (obs)