Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, mekanisme pengusulan program ini rencananya akan dibacakan juru bicara setiap fraksi yang ada di DPR. (Baca: DPR Berang Pemerintah Tolak Dana Aspirasi)
"Setelah mendengarkan laporan hasil temuan fraksi-fraksi tentang masalah yang ada di masyarakat di daerah, baru disampaikan kepada pemerintah," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pembacaan di dalam rapat paripurna, usulan ini akan dibawa ke Badan Anggaran (Banggar) DPR. Setelah disetujui Banggar akan membahas usulan aspirasi tersebut bersama dengan pemerintah. Kemudian akan menyampaikan hasil pembahasan kepada tim yang dibentuk oleh pimpinan DPR.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan yang turut menjadi Tim UP2DP, Hendrawan Supratikno mengatakan fraksi yang dipimpin oleh Olly Dondokambey ini tidak akan mengusulkan program dalam rapat paripurna nanti.
Hal serupa akan dilakukan oleh Fraksi NasDem. Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate mengatakan Fraksi NasDem sama sekali tidak akan mengusulkan program aspirasi yang telah diterima dari daerah pemilihan masing-masing anggota.
Tidak hanya itu, ia pun mengatakan Fraksi Partai NasDem siap untuk melakukan walk out dalam pembahasan UP2DP nanti. Ia mempercayai, usulan yang akan disampaikan nanti belum memiliki back up dokumen yang lengkap.
"Musrenbang aja butuh satu tahun. Ini bagaimana? Perencanaannya saja belum baik, bagaimana implementasinya?" ucapnya.
Sikap serupa akan dilakukan oleh Fraksi Demokrat. Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto mengatakan fraksi yang dipimpin oleh Edhie Baskoro Yudhoyono ini tidak akan memberikan usulan sama sekali, mengingat lima syarat dasar yang diajukan oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono belum dapat dipenuhi. (Baca: Sikap Demokrat di Dana Aspirasi Tegaskan Politik Dua Kaki SBY)
(obs)