Politikus PDI Perjuangan itu menilai saat ini anggaran sudah dikerahkan maksimal untuk pemeliharaan alutsista. Namun, ia menilai cukup banyak alutsista yang sudah lapuk dimakan usia. (Baca: Jokowi Perintahkan Panglima TNI Rombak Manajemen Alutsista)
"Namanya pesawat sudah tua dan berumur 51 tahun, meski pemeliharaannya bagus pun, pasti ada batas kemampuannya," kata Hasanuddin saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimanapun, kata Hasanuddin, negara perlu alutsista yang bagus dan memadai. "Saya bersyukur sudah ada instruksi presiden untuk mengecek semua pesawat tempur. Kalau tidak layak, ya jangan diterbangkan," katanya. (baca: JK Sebut Masalah Teknis dan Usia Pesawat Jadi Penyebab Celaka)
Jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi sebagian sudah diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma untuk diserahkan kepada keluarga.
Sebelum jatuh, Hercules nahas tersebut melakukan perjalanan ke beberapa landasan udara TNI yang ada di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Pesawat itu membawa muatan logistik.
Senin (29/6), pesawat berangkat dari Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, menuju Lanud Adisutjipto, Semarang, Jawa Tengah, sebelum kemudian terbang ke Lanud Halim Perdakanusuma, Jakarta.
Selasa (30/6), Hercules itu berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau, untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Lanud Dumai dan Lanud Suwondo, Medan.