Quraish Thabrani, ayah dari penumpang bernama Quraish Sri Ramadhania, mengatakan dia sudah tiba di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik sejak Rabu, 1 Juli lalu. "Tapi sampai sekarang belum ada kepastian tentang anak saya. Kapan bisa saya bawa pulang jenazahnya," kata Thabrani ketika ditemui CNN Indonesia di RSUP Adam Malik, Jumat pagi (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas kami enggak mungkin menunggu berminggu-minggu lagi. Sabtu besok kami mau pulang," tutur Thabrani dengan wajah sedih.
Thabrani menceritakan, Sri Ramadhania terpaksa menumpang hercules lantaran harga tiket pesawat menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini sudah melonjak tinggi. Sri Ramadhania bertolak dari Lapangan Udara di Pekanbaru menuju Natuna yang melalui rute Medan.
Sri Ramadhania merupakan salah satu dari 27 penumpang pesawat tujuan Natuna yang menjadi korban jiwa dalam kecelakaan hercules, 30 Juni lalu.
Wakil Ketua Tim DVI Polda Sumut Komisaris Besar Didiet kepada CNN Indonesia menuturkan, Tim DVI tidak pernah mempersulit keluarga korban yang ingin membawa pulang jenazah sanak keluarga mereka. "Kalau memang sudah teridentifikasi pasti bisa langsung dibawa. Tetapi prosedur identifikasi ini memang harus kami jalankan dengan benar," kata Didiet di RSUP Adam Malik.
Hingga Kamis sore (2/7), total jenazah yang sudah diidentifikasi sebanyak 96 jasad terdiri dari 32 jasad prajurit TNI Angkatan Udara, enam jasad dari TNI Angkatan Darat, 55 jasad anggota keluarga TNI. (sur)