Pagi tadi rencananya pengiriman delapan jenazah dari Lanud Suwondo, Medan hingga Lanud Ranai, Pulau Natuna menggunakan pesawat Hercules C-130 A-1321. Namun, saat hendak lepas landas, terlihat percikan api dari salah satu bagian mesin pesawat, sehingga pengiriman diganti menggunakan pesawat CN 925.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa posisi Hercules C-130 A-1321 saat ini masih berada di Lanud Suwondo, Medan, untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.
Sebelumnya, proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) kembali dilakukan Jumat ini dengan penambahan anggota tim dokter yang melakukan autopsi jenazah. Wakil Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Didiet mengatakan ada penambahan 15 ahli forensik sehingga tim bisa melakukan autopsi terhadap 15 jenazah korban sekaligus. (Lihat Juga: Ada 15 Meja Autopsi, Identifikasi Korban Hercules Lebih Cepat)
Ahli forensik itu datang membantu dari Padang, Aceh, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia, FK Universitas Airlangga, dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Tengah. Sementara itu, sejak hari pertama proses identifikasi, ahli forensik sudah didatangkan dari Mabes Polri, Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Sumut, RSUP Adam Malik, RS Pringadi Medan, FK Universitas Sumatera Utara, dan FK Universitas Prima Indonesia. (utd)