“Hari pertama dan kedua hanya ada tiga meja autopsi, kemarin delapan meja, hari ini menjadi 15 meja autopsi karena ada penambahan jumlah ahli forensik yang datang dari daerah dan universitas,” kata Didiet di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Jumat (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami tetap lakukan yang terbaik. Semua data yang sudah masuk kami cocokan, dan kami pasti akan lakukan tes DNA jika diperlukan,” ujar Didiet.
Selain menambah ahli forensik, Tim DVI juga mendapat peti pendingin untuk menempatkan jenazah dan potongan tubuh korban hercules. Pendingin tersebut mulai digunakan sejak dua unit peti pendingin itu tiba di RSUP Adam Malik, Kamis malam (2/7). Peti pendingin masing-masing berkapasitas antara 60-70 jenazah.
“Sebelum peti pendingin ini datang, kami menempatkan jenazah di ruang berpendingin dengan es,” tutur Didiet. (Baca juga: Andri Belum Bisa Bawa Pulang Adiknya Korban Hercules di Medan)
Diberitakan sebelumnya, pesawat hercules jatuh menimpa bangunan tempat usaha spa dan sauna di Jalan Jamin Ginting KM 10, Padang Bulan, Medang, Selasa lalu (30/6). Kecelakaan itu menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia dengan mayoritas mengalami luka bakar.
Total jenazah yang sudah diidentifikasi hingga Kamis sore pukul 17.15 WIB sebanyak 96 jasad terdiri dari 32 jasad prajurit TNI Angkatan Udara, enam jasad dari TNI Angkatan Darat, 55 jasad anggota keluarga TNI, serta tiga orang warga yang tertimpa reruntuhan. (sur)