Bahkan erupsi ini diperkirakan akan terus terjadi dalam lima tahun ke depan. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, pembangunan hunian tetap saat untuk 2.053 KK tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar bisa sambil menggarap lahan pertanian, warga desa ini tinggal di jambur atau balai pertemuan warga.
Untuk relokasi tahap pertama dilakukan terhadap warga dari tiga desa, yaitu Desa Sukameriah, Desa Bekerah, dan Desa Simacem. di tiga desa ini terdapat 370 kepala keluarga.
Sutopo mengatakan saat ini sudah ada 112 rumah yang bisa ditempati warga. Namun, Jumlah ini tentu masih kurang karena ada 370 kepala keluarga yang harus direlokasi. (Baca juga: Kerugian Akibat Erupsi Sinabung Rp 1,49 Triliun)
"Sisanya akan diselesaikan pada Agustus 2015. Permasalahannya lahan pertaniannya belum selesai," kata Sutopo.
Dia berujar, lahan untuk pertanian memang sudah tersedia. Namun, lahan yang merupakan hutan pinus itu baru mulai ditebang satu minggu lalu.
"Kita harapkan lahan pertanian untuk 370 kepala keluarga selesai pada akhir tahun 2015 ini," ujar Sutopo.
Sementara itu relokasi untuk 1.683 kepala keluarga di empat desa lainnya akan dilakukan 2016 mendatang. BNPB memperkirakan proses relokasi ini akan berlangsung selama tiga tahun.
"Kuncinya ketersediaan lahan. Asal ada lahan. Kalau dana tersedia," ujarnya. Hingga saat ini sebagian besar warga menyatakan bersedia untuk direlokasi. Jika tidak pun BNPB tidak akan memaksa, namun mereka akan diedukasi agar bisa hidup berdampingan dengan bencana. (sur)