Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga tampaknya menyadari. Makanya, dia kemudian memerintahkan Sutiyoso untuk merekrut personel baru BIN. Jokowi menargetkan akan ada 1.000 orang yang direkrut menjadi anggota BIN. (baca juga: Seribu Agen Intelijen & Noda Hitam Sutiyoso, Kepala BIN Baru)
Saat uji kepatutan dan kelayakan di DPR, Sutiyoso sudah meminta tambahan anggaran buat BIN. Sutiyoso meminta penyesuaian anggaran jika BIN ingin lebih baik dan optimal dalam menjalan tugasnya. Sutiyoso belum berhitung soal anggaran. Tetapi untuk tahun ini, Sutiyoso menyebutkan setidaknya minimal Rp 2 triliun anggaran buat BIN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari semuanya, Sutiyoso menyebut prioritas utamanya adalah penambahan personel. Menurut Sutiyoso, kondisi BIN saat ini tidak ideal untuk bisa mengawal pilkada serentak. (Baca juga: Bangun BIN Modern, Bang Yos akan 'Berguru' ke AS dan Rusia)
Menurut Sutiyoso, pengamanan pilkada serentak bukanlah perkara yang mudah. Dalam perhitungan buruk, sebut saja akan ada 10 persen dari daerah pilkada serentak itu akan rusuh, maka jumlahnya akan ada 27 daerah. (Baca juga: Sutiyoso: Kekuatan BIN Tak Cukup Buat Hadapi Pilkada Serentak)
Kalau kerusuhan itu, lanjut Sutiyoso terjadi dalam waktu yang bersamaan dan dengan lokasi yang jauh terpencar-pencar, maka penanganannya akan makin rumit.
“Kalau itu terjadi, citra kita sudah akan buruk sekali. Oleh karena itu nanti BIN tentu saja akan bekerja sama ketat dengan aparat, baik itu TNI, maupun kepolisian,” sebutnya.
Dalam perhitungan Sutiyoso, komposisi ideal dalam BIN adalah setidaknya dalam satu kabupaten ada dua sampai tiga agen BIN.
Ini menurutnya bisa optimal menyerap segala informasi yang diperlukan berkaitan dengan pertahanan dan keamanan. Sutiyoso berjanji akan melaksanakan semuanya bertahap sau persatu.
"Karena itu lah target kita 1.000 personel akan kita rekrut. Saya mungkin akan mengambil dari berbagai sumber, bisa dari TNI, bisa saja dari masyarakat sipil,” tuturnya.
(hel)