"Kami belum mendapatkan laporan sama sekali tentang keterlibatan dua pilot asal Indonesia. Namun, nanti ada rapat sore menjelang buka puasa, kami akan bahas ini," kata Penasihat Federasi Pilot Indonesia, Manotar Napitupulu, saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (9/7). (Lihat Juga: Polisi Australia Tuduh Dua Pilot Indonesia Terlibat ISIS)
"Belum ada sama sekali laporan dari pemerintah ke kami. Biasanya soal pilot kami akan tahu," kata Manotar. (Lihat Juga: AirAsia Pecat Pilot Indonesia karena Terbukti Kontak ISIS)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Manotar mengatakan kedua pilot yang terduga ISIS, yakni Ridwan Agustin dari AirAsia dan Tomi Abu Alfatih alias Tomi Hendratno, tidak tergabung ke dalam anggota Federasi Pilot Indonesia.
Sebelumnya, dokumen rahasia Kepolisian Federal Australia, AFP tertanggal 18 Maret 2015 menyebutkan "Identifikasi pilot Indonesia dengan kemungkinan pandangan ekstremis". Dokumen tersebut dibagikan ke aparat keamanan di Turki, London, Amerika Serikat dan Europol.
"Pilot, kru udara dan yang lainnya dengan akses menuju dan di dalam lingkungan penerbangan bisa menjadi ancaman yang nyata jika mereka teradikalisasi," ujar dokumen AFP tersebut. (Baca Juga: Pilot Indonesia Terlibat ISIS Diduga Pernah Gabung TNI AU)
"Akses dan pengetahuan soal keamanan dan keselamatan memberi mereka kemampuan penyerangan seperti yang disaksikan dalam berbagai tragedi global di masa lalu. Perlu dicatat, majalah al-Qaidah Inspire edisi terbaru aktif mendorong serangan di lingkungan penerbangan," lanjut AFP. (utd)