Pembangunan pemukiman di wilayah rawan bencana menurutnya berkali-kali dilakukan. Padahal, masyarakat dan pemerintah daerah sudah tahu bahwa wilayah tersebut rawan bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNPB telah memberikan peta rawan bencana berskala 1:250.000 dan sudah dibagikan ke semua daerah dan kementerian. Namun, penggunaan peta tersebut masih minim.
Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana. Berdasarkan data BNPB, ratusan juta jiwa terpapar bahaya bencana tingkat sedang-tinggi. (Baca juga: Kerugian Akibat Erupsi Sinabung Rp 1,49 Triliun)
Untuk gempa bumi, sebanyak 148,4 juta jiwa terpapar bencana ini, di mana jumlah laki-lakinya berjumlah 74,6 juta jiwa, sedangkan perempuannya berjumlah 73,8 juta jiwa. Sementara itu, sebanyak 4,2 juta jiwa terpapar tsunami, dengan rincian 2,2 juta jiwa laki-aki dan 2,1 juta jiwa perempuan.
Untuk kasus gunung api, sebanyak 3,9 juta jiwa terpapar bencana ini, dengan rincian 1,9 juta jiwa laki-laki dan dua juta jiwa perempuan. "Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan lahan meningkat. Akibatnya, banyak penduduk yang menempati daerah-daerah rawan bencana," ujar Sutopo. (sur)