Menurut Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat, jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. “Jika dibandingkan dengan H-6 tahun lalu, jumlah pemudik H-6 tahun ini melonjak signifikan hingga 63 persen untuk penumpang, 53 persen untuk motor dan hingga 40 persen untuk kendaraan mobil/bus/truk," kata Christine.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah menunjukan lonjakan signifikan pemudik pada hari keenam menjelang Hari Raya Idul Fitri, namun ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tiga hari atau empat hari menjelang lebaran. Sebab hari itu dimulai cuti bersama yang ditetapkan pemerintah untuk seluruh perusahaan di Indonesia.
Beberapa wilayah di Pulau Jawa yang merupakan tujuan dari pemudik antara lain Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Tuban, Rembang, dan masih banyak lagi. Sementara untuk wilayah Sumatera antara lain Lampung, Medan, Padang, dan wilayah lainnya.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya memerkirakan jumlah pemudik di seluruh Indonesia mencapai 20 juta orang, meningkat dibanding tahun 2014 sebanyak 19 juta. Untuk mengantisipasi angka kecelakaan lalu lintas, Polri menerjunkan 145 ribu personel untuk mengamankan lebaran dan meminta pemudik berisitirahat setiap 43 kilometer.
Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta memerkirakan, kenaikan jumlah pemudik terjadi merata di seluruh moda angkutan mudik. Dishubtrans memprediksi jumlah pemudik dari Jakarta pada tahun ini akan mencapai jumlah 6.532.403 orang. Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan meningkat dari jumlah yang ada tahun lalu sebesar 5.750.854 orang. (rdk)