"Masih ada banyak kejanggalan sejumlah informasi yang beredar di masyarakat soal kejadian tersebut. Informasi yang beredar tanpa narasumber yang jelas banyak beredar di dunia maya," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Ayub Manuel, melalui keterangan yang diterima CNN Indonesia, Sabtu (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai, konflik seperti insiden Tolikara sebelumnya tidak pernah terjadi di Papua. Penyerangan tempat ibadah yang dilakukan secara terbuka tentu saja dapat menyudutkan masyarakat di Papua.
"Saya berharap insiden ini tidak mengganggu banyak rencana pembangunan di Papua ke depan. Termasuk upaya yang dilakukan pimpinan gereja dan kepala suku untuk mewujudkan Papua Damai," katanya.
GMKI juga menyampaikan kekecewaannya kepada Badan Intelijen Negara (BIN). Lembaga yang baru saja dipimpin oleh Sutiyoso tersebut, harusnya dapat mengantisipasi hal-hal seperti itu.
"Seluruh pihak keamanan dapat mengedepankan upaya dialog melalui pendekatan kultur sosial ketimbang upaya keamanan," ujarnya. (meg)