Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Julius Adravida Barata, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Gamalama yang tak kunjung usai merupakan penyebab penutupan Bandara Sultan Babulah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ruang udara di sekitarnya masih terkena dampak abu vulkanik. Ada catatan, beberapa masalah pada pesawat diakibatkan debu tipis gunung berapi. Debu ini bisa mematikan mesin jet meskipun tipis," ujarnya di Posko Angkutan Lebaran Terpadu, Jakarta, Sabtu (18/7).
Adapun, penutupan Bandara Notohadinegoro diperpanjang sampai Minggu besok hingga pukul 6.00 WIB berdasarkan notam bernomor C0581/15. (meg)