Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, DKPP, turut disibukan dengan perubahan yang dilakukan KPU tersebut. Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie mengatakan baik KPU, DKPP, maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus melakukan sosialisasi ke daerah.
"Kami optimistis waktunya cukup untuk sosialisasi," kata Jimly saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Ahad (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini itikad baik untuk memberi solusi bagi masalah politik kita sekaligus memberi didikan pada partai politik," ujarnya.
Hal tersebut disebut Jimly sebagai sesuatu yang tidak sehat karena akan diikuti oleh penguasa partai politik di masa depan. "Nanti KPU bisa terjebak dalam keberpihakan," ujar Jimly.
Golkar dan PPP merupakan dua partai yang masing-masing memiliki dua kepengurusan. Golkar hasil Musyawarah Nasional di Bali dipimpin oleh Aburizal Bakrie. Sementara kader Golkar lain yang menggelar Munas di Jakarta memilih Agung Laksono sebagai Ketua Umum.
Dalam sengketa di Pengadilan Tata Usaha Negara, kepengurusan di bawah Agung Laksono lebih diakui berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Untuk PPP, satu kepengurusan dipimpin oleh Romahurmuziy hasil Muktamar Surabaya. Sementara Muktamar di Jakarta memilih Djan Faridz sebagai Ketua Umum.
Romahurmuziy yang lebih dulu mendaftarkan kepengurusan, mendapat pengakuan Menteri Hukum dan HAM. Gugatan kubu Djan Faridz pada SK Menkumham yang mengakui kubu Romahurmuziy juga ditolak oleh PTUN. (rdk)