Butuh waktu dua jam untuk melintasi Brebes. Sementara di Malangbong, Garut, yang masuk jalur selatan Jawa, kepadatan telah terpantau sejak pukul 18.00 WIB, Minggu (19/7). Kendaraan roda empat bahkan cenderung tak bergerak sampai sekitar pukul 20.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan dari RTTMC juga menunjukkan di Pekalongan dan Pejagan, Jawa Tengah, serta Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat, lalu lintas cenderung ramai lancar. Dini hari tadi, beberapa titik kemacetan telah terurai. Penumpukan kendaraan semalam didominasi oleh warga yang harus kembali beraktivitas pada pagi ini.
Kondisi Pelabuhan Merak di Cilegon, ujung barat Pulau Jawa, pun masih terpantau lancar. Hanya sempat terjadi keramaian pada Minggu siang akibat kendaraan maupun penumpang yang turun kapal setelah menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Lonjakan penumpang di Merak diperkirakan terjadi mulai Selasa atau Rabu (22/7).
Sementara itu di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, ujung timur Pulau Jawa, arus balik pemudik diperkirakan terjadi pada Senin atau Selasa.
Untuk kepadatan arus balik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, lonjakan penumpang diperkirakan mulai terjadi Kamis pekan ini. Jumlah penumpang pesawat dalam arus balik tahun ini diprediksi sebanyak 197.701 orang.
Sebagai perbandingan, data Posko Angkutan Lebaran Angkasa Pura II menunjukkan bahwa pada 2014 lonjakan penumpang juga terjadi pada H+5 dengan jumlah penumpang sebanyan 181.082 orang. Sementara kepadatan penumpang tertinggi jatuh pada H+8 dengan jumlah penumpang mencapai 182.094 orang.
Pemerintah memprediksi puncak arus balik lebaran tahun ini akan lebih tersebar dalam beberapa hari, tak dalam satu hari. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata, hal ini disebabkan terdapat waktu libur yang berbeda antara pegawai dan anak sekolah.
"Kemungkinan akan terjadi pada H+3 karena pegawai mulai masuk dan H+7 serta H+8 karena anak sekolah masuk hari Senin," ujar Barata. (agk)