“Saya rasa ekonomi kita agak slowdown ya. Sudah kelihatan saat menjelang Lebaran ini. Kita lihat PHK sudah banyak, dan saya takut setelah Lebaran ada lagi PHK. Saya rasa ekonomi kita akan lemah pertumbuhannya, tidak seperti yang diharapkan,” ujarnya saat bersilaturahmi di rumah dinas Menteri Perindustrian (Menperin) di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (17/7).
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sudah tidak seperti dulu. Menurutnya, pada tahun 70-an Indonesia memperoleh topangan ekonomi dari booming harga minyak. Sebagai negara pengekspor minyak, lanjutnya, Indonesia diuntungkan karena harga minyak waktu itu tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjut Hary, sekarang Indonesia mengjadi pengimpor minyak. Menurutnya, dengan nilai tukar rupiah yang mahal, maka menjadi hal yang berat. Kemudian, ia menilai Indonesia sudah bergeser dari ekonomi berbasis produksi ke konsumsi, sehingga basis manufaktur tidak kuat dalam menopang ekonomi.
"Pokoknya setelah lebaran semua anjlok. Daya beli setelah bulan puasa akan turun,” ujarnya dalam kesempatan yangh berbeda.
Lebih lanjut, Natsir menjelaskan pertumbuhan industri di Indonesia pada saat ini juga lebih rendah dibandingkan perekonomian secara keseluruhan. Hal itu, lanjutnya cukup berbahaya bagi pekerja di sektor perindustrian. (gir/gir)