“Ketegasan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini betul-betul ditunggu. Kasus ini adalah ujian bagi kredibilitas pemerintah,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada CNN Indonesia, Senin (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Apalagi secara konstitusional secara tegas dinyatakan bahwa negara menjamin kebebasan beragama dan pelaksanaan ajaran beragama,” tutur Saleh. (Baca: MUI: Insiden Tolikara Bukti Toleransi Beragama Masih Rendah)
Saleh melanjutkan, tindakan penyerangan terhadap jemaah salat Id dan pembakaran bangunan saat Lebaran memang melukai perasaan umat Islam. Selain itu, tindakan tersebut juga dapat menodai kredibilitas Indonesia sebagai negara yang sangat toleran dalam konteks hubungan antarumat beragama. “Kejadian itu benar-benar di luar nalar sosial kita,” ucapnya. (Baca: Usut Dalang Tragedi Tolikara, Kembalikan Damai di Papua)
Anggota Komisi VIII DPR H.R. Muhammad Syafi'i menambahkan penegakan hukum kasus Tolikara harus tidak diskriminatif dan tidak boleh berdasarkan “pesanan”. “Perlakukan juga umat Islam secara adil,” ujar politikus Partai Gerindra ini dalam keterangannya yang diterima CNN Indonesia. (obs)