"Tidak usah saling berkomentar sampai hasil tuntas sampai penyidikan. Ini kan kapolri sudah sampai ke sana, mendagri juga, jadi ditunggu hasilnya," kata Luhut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden meminta penegakan hukum peristiwa di Tolikara, pembangunan kembali seluruh fasilitas yang terkena dampak insiden, kios, mushala, dan juga Presiden akan berdialog dengan tokoh-tokoh agama, adar, masyarakat papua untuk meredam situasi disana maupun nasional," kata Ketua Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki usai rapat bersama Presiden di Istana Negara, Jakarta.
“Repotnya kan orang suka berkomentar pada fakta yang belum jelas, Misalnya seperti surat edaran, ternyata belum jelas juga," kata Luhut.
Di Tolikara, umat Islam dan Kristen hari ini resmi berdamai. Pendeta Yunus Wenda dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Ustaz Haji Ali Muktar saling bersalaman dan berpelukan di lapangan Koramil. Pendeta Yunus meminta maaf karena telah menyakiti hati muslim. Dia pun mengemukakan harapan agar seluruh warga Tolikara kembali bersatu seperti dahulu.
Harapan itu diamini oleh Ustaz Ali yang berdoa agar kerusuhan tak terjadi lagi di Tolikara. Ia sepakat untuk membangun kembali kerukunan beragama yang terpelihara baik di Tolikara sebelum pecah insiden pekan lalu. (Baca juga Menko Tedjo: Tolikara Sudah Damai, Hindari Solidaritas Sempit)
(sip)