Pendeta GIDI dan Imam Masjid Baku Peluk di Tolikara

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 22/07/2015 13:37 WIB
Pemimpin Umat GIDI yang dipimpin Ketua Klasis Toli, Pendeta Yunus Wenda dan yang mewakili warga lainnya Ustad H. Ali Muktar saling bersalaman Perdamaian antar pemuka warga di Tolikara, Papua. (Wilpret Siagian/detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Langkah perdamaian diambil oleh warga di Tolikara, Papua. Pemimpin Umat Gereja Injil di Indonesia (GIDI) yang dipimpin Ketua Klasis Toli, Pendeta Yunus Wenda dan yang mewakili warga lainnya Ustad H. Ali Muktar saling bersalaman di lapangan Koramil Tolikara, Rabu (22/7).

Baku peluk dan salaman itu terjadi setelah kedua wakil warga itu saling menyampaikan kalimat permohonan maaf. Peristiwa simbol perdamaian ini disaksikan Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo dan jajaran pimpinan daerah Kabupaten Tolikara. (Baca juga: Kapolri: Tersangka Kerusuhan Tolikara Empat Orang)

"Kami minta maaf telah menyakiti hati saudara-saudara kami umat muslim. Ini karena kekhilafan untuk itu mohon permasalahan ini cukup disini saja. Kita harus bersatu kembali seperti yang lalu," kata Pdt Yunus Wenda, seperti yang diberitakan detik.com.


Ucapan itu langsung disambut baik Ustad Ali Muktar. Ali juga memohon maaf atas apa yang sudah terjadi, dan dia berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi di Tolikara.  (Baca selengkapnya Kapolri: Ada Putus Komunikasi Polres, Gereja, dan Bupati Tolikora)

"Kami juga mohon maaf atas kekhilafan yang sudah terjadi. Kami sangat mengharapkan tidak akan pernah lagi terjadi seperti ini. Mari kita bersama-sama membangun kerukunan seperti yang selama ini terjadi di Tolikara ini," sambutnya.

Salaman dan pelukan yang dilakukan kedua pemimpin umat itu disambut tepuk tangan warga yang menyaksikan.

Pada Hari Raya Idul Fitri Jumat pekan lalu, sekelompok orang menyerang dan melempari jemaah salat Id di Tolikara, Papua. Massa yang diduga jemaah GIDI itu juga melakukan pembakaran terhadap puluhan bangunan di lokasi, termasuk musala.

Dalam proses pengamanan insiden tersebut, satu orang tewas terkena peluru aparat. Sementara 12 orang lainnya luka-luka. Akibat peristiwa ini sedikitnya 153 orang saat ini menjadi pengungsi karena tempat tinggal mereka rusak. (Baca: Menteri Khofifah: 153 Orang Mengungsi akibat Insiden Tolikara)

Senin lalu, Badrodin mengatakan, peristiwa penembakan itu akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab institusi Polri. (sip)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK