Didampingi kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, Gatot diperiksa mulai pukul 09.30 hingga 21.30 WIB. Gatot dicecar sebanyak 28 pertanyaan berkaitan dengan posisinya sebagai saksi kasus suap bantuan dana sosial tersebut. (Lihat Juga: Gatot Pudjo Klaim Siap Tanggung Jawab Bila Terbukti Terlibat)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Razman mengatakan bahwa Evy Susanti, selaku isteri Gatot, telah mengenal Otto Cornelis (OC) Kaligis sebelum mengenal Gatot. (Baca Juga: OC Kaligis Mengaku Tak Kenal Istri Muda Gubernur Sumut)
Selain itu, Razman kembali menegaskan, Gatot tidak mengetahui dan terlibat dalam suap oleh anak buah OC Kaligis tersebut. "Intinya Bapak Gatot tidak terlibat dalam urusan suap atau apapun yang terkait dengan PTUN di Medan," ujarnya. (Lihat Juga: OC Kaligis Tersangka, KPK: Kami Masih Kembangkan Kasus Ini)
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho dalam kasus suap sengketa korupsi dana bantuan sosial. Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo menjelaskan Gatot akan diperiksa sebagai saksi terlebih dulu.
Gatot dan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Achmad Fuad Lubis disebut telah merekrut pengacara kondang OC Kaligis untuk menjadi kuasa hukumnya dalam kasus korupsi dana bantuan sosial di provinsi yang dipimpinnya.
Nama Gatot Pudjo Nugroho memang dilibat-libatkan dalam perkara suap yang berhasil dibongkar KPK dalam operasi tangkap tangan, Kamis lalu (9/7). Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja bahkan menyebut, kecil kemungkinan Gatot tidak terllibat dalam perkara suap yang melibatkan tiga hakim PTUN Medan, seorang panitera, dan pengacara bernama Yagari tersebut.
“Kecil kemungkinan tidak terlibat. Sejauh mana keterlibatannya? Sedang didalami penyidik,” kata Pandu kepada CNN Indonesia, Ahad (12/7).
Pandu mengatakan, penggeledahan oleh penyidik KPK di Ruang Kerja Gubernur Gatot dilakukan untuk mencari dokumen terkait kasus yang sedang diperkarakan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Medan. “Dokumen yang berhubungan dengan kasusnya di PTUN. Tetapi belum bisa kami sampaikan,” ujar Pandu. (utd)