"Mau tidak mau kota besar harus memanfaatkan teknologi CCTV," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu bukti bahwa CCTV bisa mengurangi angka kriminalitas adalah terungkapnya kasus penculikan seorang anak perempuan di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam rekaman tersebut, terlihat anak perempuan itu digandeng oleh seorang pria tak dikenal.
"CCTV yang (akan) kami pasang bisa deteksi wajah sebetulnya. Kalau kamu ada e-KTP, di plot masuk, kami tahu itu siapa. Kalau seluruh Indonesia datanya diberikan kepada kami, bisa tahu orang ini tercatat atau tidak," katanya. (Baca: Menteri Yuddy Puji Kinerja Bawahan Ahok)
Sebelumnya, Basuki mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah mempunyai 4.800 unit CCTV dengan kualitas gambar yang sangat baik. Bahkan CCTV tersebut mampu melihat plat nomor kendaraan bermotor yang melintas di jalan dengan jelas.
Namun, ia masih belum bisa memastikan pemasangan seluruh CCTV akan terealisasi tahun ini. "Saya tidak tahu tahun ini keburu pasang atau enggak. Mungkin tahun ini sekitar 2000 CCTV akan dipajang," ujarnya menjelaskan.
CCTV tersebut nantinya akan memantau berbagai hal, mulai dari lalu lintas sampai kondisi keamanan lingkungan. Untuk pemasangan CCTV sendiri, Basuki akan menggandeng pihak kepolisian untuk meminta saran titik mana saja yang perlu dipantau kamera CCTV. (sip)