Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan daerah yang turut terdampak oleh gempa adalah Tasikmalaya, Ciamis, Cilacap, Kebumen, Gunung Kidul, Bantul, Prambanan Klaten, Solo, Magelang, Wonogiri, Pacitan dan Ponorogo. (Bada juga: Gempa 5,7 SR Tak Potensi Tsunami Landa Yogyakarta)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BPBD masih melakukan pemantauan di daerah-daerah," ujar Sutopo.
Pusat gempa tersebut tidak berada di jalur subduksi atau pertemuan lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia, melainkan di sisi dalam lempeng Eurasia.
"Wilayah selatan Pulau Jawa adalah daerah rawan gempa dan tsunami. Aktifnya jalur subduksi tersebut bergerak rata-rata 5-7 cm per tahun ke arah timur laut-Utara," kata Sutopo.
Menurutnya, potensi gempa maksimum di Jawa atau di selatan Jawa sekitar 8,1 hingga 8,2 SR. Dari Selat Sunda hingga Bali sepanjang jalur Jawa, megathrust atau gempa maksimum tersebut baru terjadi di selatan Pangandaran pada 2006 (7,8 SR) dan selatan Banyuwangi pada 1994 (7,8 SR). Gempa di kedua daerah tersebut menghasilkan tsunami dan terjadi dalam kurun waktu 165 tahun terakhir.
"Daerah lainnya tidak ada catatan sejarah gempa besar dan dinyatakan seismic gap," ujar dia.
Meski demikian, kata Sutopo, upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di daerah selatan Jawa harus ditingkatkan terus karena wilayah tersebut memang rawan gempa dan tsunami. (utd)